-
Makanan
Kita: Kunci Tersembunyi untuk Mengerti
-
Buku ini mencoba untuk menjelaskan cerita budaya kita dan untuk menghadirkan
bagan pengertian atas dunia kita yang lebih memberdayakan. Kunci kepada
pengertian ini terletak dalam pemahaman implikasi yang berjangkauan jauh
dari pilihan makanan kita dan pandangan dunia yang dicerminkan dan
diamanatkan oleh kedua hal ini. Pada kilasan pertama tampaknya tidak mungkin
bahwa kunci yang begitu potensial bisa ditemukan di tempat biasa saja di
mana makanan menguasai kebudayaan kita, tetapi jika kita melihat dengan
cermat, kita mulai menyadari bahwa realitas kebudayaan kita sangat
dipengaruhi oleh sikap, keyakinan, dan praktik di seputar makanan. Terdapat
konsekuensi sosial, psikologis, dan spiritual luar biasa yang tak dikenali
pada makanan kita yang bereaksi melalui semua aspek kehidupan kita.
-
Makanan sebenarnya merupakan teman kita yang paling intim dan menyatakan
hubungan yang baik dengan tatanan alam maupun warisan budaya kita yang
hidup. Melalui makanan, tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan di bumi ini, kita
secara harafiah menggabungkan mereka, dan juga melalui makanan yang kita
ambil dari nilai dan paradigma budaya ada pada tingkat yang paling penting
dan di bawah sadar. Sebagai anak kecil, melalui pengungkapan yang terus
menerus terhadap pola kepercayaan yang kompleks di sekeliling kelompok
ritual kita yang paling besar, dengan mengonsumsi makanan, kita mencerna
nilai-nilai budaya kita dan asumsi yang tak terlihat. Seperti spons, kita
belajar, kita melihat, kita mengambil bagian, dan kita menjadi
terakulturasi. Sekarang sebagai orang dewasa, kehidupan kita dilanda dengan
stres dan berbagai masalah yang menakutkan dari perbuatan kita sendiri, kita
sudah selayaknya mendambakan untuk memahami sumber ketidakmampuan kita yang
membuat frustrasi untuk hidup selaras di atas bumi ini. Ketika kita melihat
dengan cukup mendalam, kita menemukan kekuatan mengganggu yang pokok dalam
menghasilkan dilema dan krisis kita, sebuah kekuatan yang sebenarnya sama
sekali tidak tersembunyi, tetapi menatap kita setiap hari dari piring kita!
Ia telah berbaring diam tak terungkap selama ini di tempat yang paling
nyata: Itu adalah makanan kita.
-
Sementara perdebatan seru mengenai pola makan terus berlangsung, mana yang
terbaik bagi kesehatan dan umur panjang, buku ini bukan mengenai pola makan
dalam arti yang biasa, tapi merupakan sebuah eksplorasi budaya yang mendalam
dan percabangan pilihan makanan kita dan mentalitas yang menggarisbawahinya.
Dengan menempatkan manusia pada rangkaian makanan teratas di planet kita,
budaya kita menurut sejarah telah mengekalkan pandangan dunia tertentu yang
menuntut masyarakatnya mengurangi perasaan dan kesadaran yang mendasar—dan
itu adalah proses desensitisasi bahwa kita harus mengerti jika kita memahami
penyebab pokok dari penindasan, eksploitasi, dan ketiadaan hubungan. Ketika
kita menjalankan makan bagi kesehatan rohani dan keselarasan sosial, kita
menjalankan jalinan hubungan penting tertentu bahwa ritual makanan kita yang
secara budaya terimbas biasanya menuntut kita untuk merintangi kesadaran.
Praktik ini adalah prasyarat yang mendasar untuk berkembang ke keadaan
kesadaran di mana perdamaian dan kebebasan dimungkinkan.
-
Kita berada di tengah-tengah transformasi budaya yang sangat besar. Hal itu
menjadi semakin jelas bahwa mitos lama yang mendasari budaya kita sedang
menuju keruntuhan. Kita menyadari bahwa asumsi intinya sudah usang dan, jika
diikuti lebih lanjut, bukan saja akan mengakibatkan penghancuran ekologi
sistem planet kita yang rumit dan sulit, tapi juga penghancuran diri kita
sendiri. Sebuah mitos baru yang memperkokoh kerja sama, kebebasan
perdamaian, kehidupan, dan kesatuan sedang berjuang lahir untuk menggantikan
mitos lama yang berdasarkan persaingan, keterpisahan, perang, pengecualian,
dan gagasan yang mungkin membuat kebenaran. Makanan adalah kunci yang
penting untuk kelahiran ini, karena kebiasaan makan kita dengan sangat kuat
mengondisikan mentalitas kita—dan makanan adalah cerita utama budaya kita
yang meniru dan mengajarkan sistem nilainya melalui kita. Apakah kelahiran
mitos baru ini, kerohanian, dan kesadaran yang lebih berkembang akan
berhasil? Itu tergantung apakah kita dapat mengubah pemahaman dan praktik
makanan kita.
-
Keadaan sulit budaya kita—rangkaian masalah yang nampaknya tak bisa diatasi
yang terjadi terhadap kita, seperti perang kronis, terorisme, kelaparan,
proliferasi penyakit, degradasi lingkungan, kepunahan spesies, kekejaman
terhadap hewan, konsumerisme, ketergantungan obat-obatan, keterasingan,
stres, rasisme, penindasan terhadap perempuan, kekerasan terhadap anak,
eksploitasi perusahaan, materialisme, kemiskinan, ketidakadilan, dan keadaan
sosial yang tidak nyaman—berakar pada penyebab penting yang dengan sangat
jelas sudah hampir terlupakan. Dalam usaha memecahkan masalah sosial,
lingkungan, dan perorangan, kita mengabaikan penyebab yang digarisbawahinya,
kita mengobati gejala-gejala tanpa mengatasi akar penyakit itu. Upaya itu
pada akhirnya menemui kegagalan. Sebaliknya, kita harus membuat sebuah
jaring pemahaman dan kesadaran yang membantu kita melihat hubungan antara
pilihan makanan kita dengan kesehatan pribadi dan budaya kita, ekologi
planet kita, kerohanian kita, sikap dan keyakinan kita, serta kualitas
hubungan kita. Ketika kita melakukan ini dan bertindak berdasarkan pemahaman
ini, kita menyumbang bagi evolusi yang lebih harmonis dan berbagi pengalaman
hidup di atas planet yang indah tapi disalahpahami ini.
-
Saya percaya bahwa sampai kita mau dan mampu untuk membuat hubungan antara
apa yang kita makan dan apa yang dibutuhkan pada piring kita, dan bagaimana
ia mempengaruhi kita untuk membeli, menyajikan, dan memakannya, kita tidak
akan dapat membuat hubungan yang memungkinkan kita untuk hidup dengan
bijaksana dan harmonis di atas bumi ini. Saat kita tidak dapat membuat
hubungan itu, kita tidak bisa mengerti, dan kita kurang bebas, kurang
cerdas, kurang mengasihi, dan kurang bahagia. Tugas paling penting bagi
generasi kita, misi kelompok kita di atas bumi ini, barangkali adalah dengan
membuat hubungan-hubungan yang penting yang hampir tidak bisa dibuat oleh
orang tua dan nenek moyang kita, dan dengan demikian mengembangkan
masyarakat manusia yang lebih sehat untuk diwariskan kepada anak-anak kita.
Jika kita gagal untuk membuat hubungan antara masakan sehari-hari kita dan
kesulitan budaya kita, kita tak terelakan akan gagal sebagai spesies yang
bertahan hidup di atas bumi ini. Dengan menolak untuk membuat hubungan yang
penting ini, kita menyalahkan orang lain dan diri kita sendiri untuk
penderitaan yang luar biasa, tanpa pernah memahami sebabnya.
-
Panggilan
untuk Berkembang
-
Meskipun saya menghabiskan dua puluh dua tahun pertama kehidupan saya makan
makanan khas budaya kita yang berbasis hewani dalam jumlah yang besar, tapi
saya telah menghabiskan tiga puluh tahun ini untuk mengeksplorasi hubungan
yang memesona dan hubungan sebab-akibat antara pribadi dan praktik budaya
kita yang menggunakan hewan untuk makanan serta tekanan dan kesulitan yang
kita ciptakan bagi orang lain dan diri kita sendiri. Saya telah menemukan
bahwa kekerasan yang kita timbulkan dari piring kita menjadi bumerang dengan
cara-cara yang luar biasa.
-
Dengan seketika menjadi jelas, bahwa kumpulan kesalahan kita yang
memperlakukan hewan sebagai makanan telah membuat hubungan dasar ini sangat
sulit. Makanan hewani merupakan penyebab dasar dilema kita, tapi kita akan
bergeliat dengan cara apa saja untuk menghindari konfrontasi ini. Itu adalah
definisi bintik buta kita dan potongan hilang yang penting dari teka teki
perdamaian dan kebebasan manusia. Karena warisan perilaku kita yang secara
budaya menyalahgunakan hewan untuk makanan dan mengabaikan penyalahgunaan
ini, kita sangat ragu-ragu melihat di balik tirai penolakan kita, berbicara
satu sama lain tentang akibat makanan kita, dan mengubah perilaku kita untuk
mencerminkan apa yang kita lihat dan tahu. Keenggan ini secara sosial
didukung dan terus dikukuhkan.
-
Perilaku kita tanpa kecuali mencerminkan pemahaman kita, dan sekarang
perilaku kita juga menentukan tingkat pemahaman mana yang mampu kita capai.
-
Panggilan yang kita dengar hari ini adalah panggilan gigih untuk berkembang.
Itu merupakan bagian dari lagu yang lebih besar di mana kita semua mempunyai
kontribusi dan yang hidup dalam sel kita serta dalam sifat dasar alam
semesta yang memelihara setiap makhluk. Pada akhirnya itu adalah sebuah lagu
yang menyembuhkan, menggembirakan, dan merayakan karena kita semua, baik
manusia maupun bukan manusia, merupakan ungkapan alam semesta yang indah dan
baik hati. Itu juga merupakan sebuah lagu dari kesakitan dan kekerasan yang
paling gelap, karena penerimaan kita terhadap tindakan menguasai,
memperdagangkan dan membunuh para hewan dan manusia. Untuk membatasi dan
membunuh hewan untuk makanan, kita harus menahan welas asih alami kita,
membelokkan kita dari intuisi dan dari arah materialisme, kekerasan, dan
ketidakterhubungan.
-
Lagu mitos baru yang rindu untuk dilahirkan melalui kita membutuhkan cukup
semangat untuk mencintai dan hidup untuk mendengar serta mengenali rasa
sakit yang disebabkan oleh kita melalui orientasi makanan absolut kita. Kita
dipanggil untuk membiarkan rahmat dan kebaikan bawaan kita untuk terus
bersinar dan menghadapi asumsi indoktrinasi yang mempromosikan kekejaman.
Sementara kita diberikan berbagai tingkat kehormatan yang tergantung pada
spesies, ras, kelas, dan jenis kelamin kita, kita semua dirugikan ketika ada
yang dirugikan, pada akhirnya penderitaan benar-benar saling berhubungan
karena kita semua saling berhubungan, dan hak yang dibangun secara sosial
hanya berlaku untuk memutuskan kita dari kebenaran yang saling
ketergantungan.
-
Buku ini ditujukan untuk para pembaca dari semua tradisi agama serta mereka
yang tidak memihak pada tradisi tertentu. Seperti Kaidah Emas, yang
melafalkan sebuah prinsip yang diucapkan oleh semua tradisi agama dunia dan
secara intuitif diterima oleh orang-orang dari setiap budaya dan
kepercayaan, prinsip yang dibahas dalam buku ini bersifat universal dan
dapat dipahami dan dipraktikkan oleh kita semua, apa itu berhubungan atau
tidak berhubungan dengan agama kita. Sebuah keterbukaan pikiran yang moderat
dan kesediaan untuk melakukan hubungan adalah semua yang diperlukan untuk
memahami prinsip-prinsip ini, dan untuk melihat bahwa mereka tidak pernah
bertentangan dengan ajaran-ajaran agama kita yang lebih dalam atau kerinduan
rohani kita, tapi selalu memenuhi dan menerangi mereka.
-
Lagu dari evolusi dan kesadaran kita yang diperlukan sedang memanggil.
Mencapai pemahaman lagu ini dengan lebih dalam membutuhkan keadaan yang
mengungkapkan sangkut paut dan hubungan yang tersembunyi atau secara
berkesinambungan diabaikan. Sebuah perjalanan diperlukan, dan ini adalah
petualangan penemuan isyarat itu.
|
|